MENEMBUS BATAS POPULARITAS: KUNCI KEMENANGAN KANDIDAT

Pengukuran keberhasilan kinerja kandidat paling tidak ada ada dua indicator yang biasa digunakan, yakni POPULARITAS dan ELEKTABILITAS.
POPULARITAS adalah indikator untuk mengukur seberapa jauh kandidat dikenal oleh pemilih.
ELEKTABILITAS adalah indikator yang menunjukkan tingkat keterpilihan kandidat di mata pemilih.
Dalam banyak kasus kita melihat banyak pihak yang belum memahami perbedaan antara dua indikator ini, sering kali ketika seorang kandidat yang memiliki popularitas tinggi secara otomatis dianggap memiliki tingkat elektabilitas tinggi, padahal tingkat popularitas kandidat tidak selalu berkorelasi positif dengan tingkat elektabilitasnya.
Survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center sebagaimana terlihat menunjukkan fenomena ini, tingkat popularitas Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto yang relative tinggi ternyata tidak diimbangi tingkat elektabilitasnya yang tinggi pula.
Dilain pihak Joko Widodo menunjukkan posisi yang ideal, tingkat popularitas dan elektabilitasnya menunjukkan posisi yang tinggi.
Popularity-Electability Matrix
POPULARITAS penting hanya sebagai pintu masuk, tapi popularitas bukanlah segalanya dan juga bukan “key winning formula”.
Popularitas hanya menjamin seorang kandidat dikenal atau tidak oleh pemilih, seorang kandidat bisa populer karena track recordnya yang baik atau bisa juga track record yang buruk.
Tingkat keterpilihan seorang kandidat menurut kami paling tidak dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
  1. Candidate Awareness atau Popularitas,
  2. Candidate Image atau Citra,
  3. Enggagement,
Pertama, POPULARITAS, Langkah pertama kandidat harus dikenal oleh pemilih, seorang kandidat tidak harus menjadi yang pertama dalam ukuran popularitas, yang penting dia masih dalam peringkat 3 besar masih punya peluang terpilih.
Kedua, CITRA, popularitas yang tinggi harus di dukung oleh citra yang baik, citra ini menyangkut karakter dan kapabilitas kandidat.
Ketiga, ENGGAGMENT, bisa diartikan sebagai ikatan batin antara kandidat dan pemilih.
Seorang kandidat harus mampu membangun hubungan yang baik dengan pemilih sehingga pemilih tidak merasa ada jarak antara mereka dan kandidat.
Seorang kandidat yang berhasil membangun ikatan batin dengan pemilih akan lebih mudah menggerakkan pemilih mengambang (swing voters) untuk memilih kandidat tersebut.
Candidate Adoption Model
Framework Candidate Adoption Model menunjukkan pengaruh tiga faktor terhadap tingkat elektabilitas kandidat tersebut, besarnya pengaruh 3 faktor tersebut di tunjukkan dengan besar nilai ß, semakin besar nilai ß berarti semakin besar pula pengaruh masing-masing faktor terhadap tingkat elektabilitas seorang kandidat
Untuk meningkatkan POPULARITAS dan CITRA cara yang bisa ditempuh oleh kandidat adalah melalui komunikasi media baik elektronik, cetak, sampai umbul-umbul dan spanduk.
Sementara itu ENGGAMENT hanya bisa ditingkatkan melalui komunikasi dua arah dan “kehadiran” kandidat baik secara fisik maupun virtual di kalangan pemilih.
Karena itu penting bagi seorang kandidat untuk mengidentifikasi dan memetakan KEKUATAN dan KELEMAHAN dia dan juga pesaingnya dari berbagai sisi popularitas, citra, dan enggagement sebelum melakukan program kampanye dan komunikasi kepada pemilih, sehingga program kampanyenya lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran
Oleh: Hasanuddin Ali CEO ALVARA Research Center

Comments

comments

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *