BELAJAR HIDUP DARI FILOSOFI POHON BAMBU

Orang bijak mengatakan dalam mengarungi hidup ini kita patut berguru dari filosofi pohon bambu, bagaimana ia tumbuh dan berkembang serta bagaimana ia bisa bertahan berdiri kokoh walaupun di terpa angin yang kencang.

Tahukah kita, kenapa banyak tetua kita yang menasehati kita demikian. Ternyata selama 5 tahun pertama, pohon bambu mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar dan BUKAN pada batangnya, yang artinya, pohon bambu lebih mengutamakan mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari, bila dibandingkan dengan terburu-buru menunjukkan tunasnya.

Sesungguhnya kitapun disarankan demikian seperti pohon bambu, bila kita baru memulai bekerja atau baru memulai merencanakan usaha, perkuatkanlah fondasi diri kita kedalam seperti banyak-banyaklah menabung dari penghasilan yang kita dapatkan dan jangan langsung terburu-buru untuk mengambil kredit cicilan sana-sini dengan tujuan agar terlihat mapan dan berhasil di mata orang lain.

Bila neraca keuangan kita tidak seimbang, secara tidak langsung akan membebani dan mempengaruhi pikiran kita. Dan bila terjadi sesuatu dengan pekerjaan kita atau usaha yang kita tekuni mengalami goncangan ataupun penurunan, kita atau mereka yang fondasi keuangan internalnya tidak kokoh karena banyak cicilan yang dimilikinya sudah pasti akan cepat colaps ataupun bangkrut.

Jangan pernah malu untuk tampil sederhana atau menampilkan kesederhanaan, walaupun sesungguhnya kita mampu untuk menampilkan lebih. Tapi kita harus malu bila kita berpura-pura tampil kaya dan mewah, namun sesungguhnya didalam pikirannya ada banyak utang kreditan dan cicilan sana-sini.

Akhir kata, tidak ada maksud saya untuk menyinggung perasaan siapapun dari tulisan ini, saya hanya ingin berbagi dan mengingatkan bahwa sesungguhnya ada banyak sekali pesan-pesan bijak dari Tuhan dari ciptaannya yang ada disekitar kita bila kita sanggup mendalaminya atau bersedia mempelajarinya demi kesejahteraan hidup kita didunia ini. Semoga bermanfaat.

Comments

comments

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *