BERAGAMA JANGAN DIBUAT SUSAH

Dalam sebuah praktek keagamaan, kita lebih baik melakukan dalam kekurangan daripada tidak melakukan menunggu kesempurnaan…

Kapan kita tidak sempat membuat banten, karena satu dan lain alasan penyebab…, saat itu kita membuat banten didalam hati…setulusnya disertai pengaksama permohonan maaf atas kesederhaan dan kekurangan…

Hyang Parama Kawi adalah Maha Tahu dan Maha Pengampun…, kita amalkan dan kita yakini Beliau memang Maha Pengampun dan Maha Mengerti….maka tidak akan ada “bhaya” atau ketakutan didalam melaksanakan ajaran-ajaran agama.

Menghubungkan diri dengan Tuhan lewat ketakutan hendaknya kita tinggalkan sesegera mungkin, kalau tidak, kita tidak akan pernah berhasil mengerti siapa Tuhan itu…

Dilain pihak, jika tidak memungkinkan melakukan Tri Sandhya secara lengkap…tidak usah mengucapkan keenam bait…, cukup bait pertama diulangi tiga kali.

OM, OM,OM BHUR BHUWAH SWAH,
TAT SAWITUR WARENYAM,
BHARGO DEWASYA DHIMAHI,
DHIYO YO NAH PRACHODAYAT

Mantra dari bait pertama Tri Sandya ini diulangi tiga kali (3 X)

Kalau itu juga tidak memungkinkan, mengingat zaman sekarang orang pada “berlari” mengejar target… ya cukup bait Gayatri ucapkan sekali (1 X).

OM, OM,OM BHUR BHUWAH SWAH,
TAT SAWITUR WARENYAM,
BHARGO DEWASYA DHIMAHI,
DHIYO YO NAH PRACHODAYAT

Lafalkan Mantra Gayatri ini sekali (1 X)

Kalau itu juga tidak mungkin, cukup berdiri menghadap ke Purva/Timur, ucapkan

OM Namo Narayanaya

Lafalkan Mantra ini tiga kali (3 X)

kalau yang ini juga tidak bisa…ucapkan

OM

Lafalkan tiga kali (3 X)

Tetapi usahakan melakukannya tetap tiga kali sehari, dimana pun anda berada… simple dan sederhana saja…, yang penting kita tetap memelihara jiwa ke-Hindu-an kita.

Kalimat-kalimat ini saya tidak tujukan kepada mereka yang memungkinkan untuk melaksanakan lebih baik lagi….

Mengenai ajaran…, jika tidak sempat belajar atau mendengar ajaran Hindu lebih jauh…, cukup sederhana saja…ingat Trikaya Parisuddha, biarkan hukum Karmaphala meresap dan menuntun setiap langkah kita.

Mungkin ada yang tidak setuju atau tidak sependapat dengan penjelasan diatas, namun kalau boleh di akui dengan jujur, sesungguhnya ada umat kita yang memang memerlukan penghayatan agama yang praktis, entah itu karena alasan keterbatasan waktu, karena ketatnya aturan kerja di tempat bekerjanya, dll. Apapun alasannya,  mampu berdisiplin bekerja dan sanggup memberikan yang terbaik dimana ia mencari nafkah, kemudian bertanggung jawab akan kewajiban menafkahi anggota keluarganya adalah juga bagian dari pelaksanaan ajaran agama….

sumber artikel: prabu darmayasa

sumber foto: commonwealth bank tournament champion

Comments

comments

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *